
KOTA MEDAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas, menegaskan bahwa peran bidan tidak terbatas pada membantu proses persalinan. Menurutnya, bidan juga memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mendampingi keluarga, serta mempersiapkan generasi masa depan. Penegasan tersebut disampaikan Airin dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Medan. Ia menilai profesi bidan merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkualitas. Pernyataan itu disambut hangat oleh para bidan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Peringatan HUT ke-75 IBI Kota Medan itu digelar di Hotel Grand Kanaya pada Sabtu (31/10/2026). Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus dan anggota IBI, perwakilan organisasi perangkat daerah, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Suasana berlangsung meriah dan penuh kebersamaan dengan nuansa syukur atas usia organisasi yang telah mencapai tiga perempat abad. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi atas perjalanan panjang IBI dalam mengabdi kepada masyarakat. Berbagai rangkaian acara disiapkan panitia untuk memeriahkan peringatan tersebut.
Dalam sambutannya, Airin menyampaikan bahwa bidan adalah sosok yang hadir sejak awal kehidupan manusia. Bidan menemani ibu melewati masa kehamilan, menyambut kelahiran, hingga memantau tumbuh kembang anak pada tahun-tahun awal kehidupannya. Peran tersebut dinilai sangat menentukan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa. Airin menyebut pendampingan yang diberikan bidan juga mencakup edukasi bagi keluarga agar mampu merawat ibu dan anak dengan baik. Karena itu, ia menilai kehadiran bidan di tengah masyarakat sangat berharga.
Airin kemudian berbagi kisah pribadi tentang ibunya yang pernah berprofesi sebagai bidan. Ia mengenang bagaimana sang ibu menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan kasih sayang. Cerita tersebut disampaikan Airin sebagai bentuk penghormatan kepada ibunya sekaligus kepada seluruh bidan yang hadir. Suasana ruangan tampak hening dan penuh perhatian saat ia menuturkan pengalaman masa kecilnya. Kisah itu membuat sejumlah tamu undangan terharu dan teringat pada perjuangan para bidan di sekitar mereka.
Salah satu hal yang paling membekas bagi Airin ialah ketelitian ibunya dalam mencatat riwayat kesehatan anak-anaknya. Catatan tersebut dibuat sejak mereka lahir hingga tumbuh dewasa, mulai dari imunisasi hingga kondisi kesehatan dari waktu ke waktu. Menurut Airin, kebiasaan itu menunjukkan betapa seorang bidan memiliki kepedulian yang mendalam dan tidak setengah-setengah dalam merawat keluarga. Ketelitian tersebut juga mengajarkan pentingnya pencatatan kesehatan sebagai bekal menjaga kesehatan di masa mendatang. Ia mengaku nilai tersebut terus ia kenang hingga saat ini.
Dari pengalaman itu, Airin menilai bahwa bidan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati yang menuntut ketulusan. Ia menyebut bidan sering kali bekerja tanpa mengenal waktu, siap melayani kapan pun masyarakat membutuhkan. Dedikasi tersebut, menurutnya, patut mendapat apresiasi yang tinggi dari pemerintah maupun masyarakat. Airin juga berharap para bidan terus menjaga semangat pengabdian meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Ia meyakini ketulusan para bidan akan terus menjadi kekuatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Lebih lanjut, Airin menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK dan IBI dalam menjalankan berbagai program kesehatan keluarga. Kedua organisasi dinilai memiliki jangkauan yang luas hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan. Kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pendampingan keluarga. Airin berharap kerja sama yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat demi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh bidan untuk terus menjadi mitra aktif dalam program-program pemberdayaan keluarga.
Airin juga mengingatkan bahwa mempersiapkan generasi masa depan harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Asupan gizi, kesehatan ibu, dan pola asuh yang tepat disebut sebagai fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dalam hal ini, bidan memegang peran strategis sebagai pendamping yang memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada keluarga. Airin berharap para bidan terus memperbarui ilmu dan keterampilan agar layanan yang diberikan semakin berkualitas. Menurutnya, peningkatan kompetensi bidan akan berdampak langsung pada kesehatan generasi mendatang.
Pada kesempatan itu, Airin turut menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-75 IBI kepada seluruh pengurus dan anggota. Usia 75 tahun dinilainya sebagai bukti ketangguhan organisasi dalam mengabdi dan terus berkontribusi bagi kesehatan masyarakat. Ia berharap IBI Kota Medan semakin solid, profesional, dan berperan nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ucapan tersebut disambut tepuk tangan para hadirin yang memenuhi ruangan. Suasana peringatan pun semakin hangat dengan harapan baik dari seluruh peserta.
Melalui peringatan HUT ke-75 tersebut, para bidan diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati. Peran bidan yang luas, mulai dari membantu persalinan hingga mendampingi keluarga, dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Dukungan dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dipandang penting untuk memperkuat peran tersebut. Ke depan, berbagai pihak berharap IBI Kota Medan terus melahirkan bidan-bidan yang berkualitas dan berintegritas. Dengan demikian, kesehatan ibu dan anak di Kota Medan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
