Siswa SMA Shafiyyatul Amaliyyah Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang LKTI Kota Medan 2025

DUNIAMEDAN.COM — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kota Medan. Seorang siswa bernama Mhd. Hadid Luthfi Kahfi dari SMA Swasta Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berhasil mengharumkan nama sekolahnya dengan meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kota Medan 2025 tingkat SMA.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat inovasi dan kreativitas pelajar Medan terus berkembang, meskipun di tengah persaingan yang ketat. Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta dari berbagai sekolah unggulan di Kota Medan.

Lomba Karya Tulis Ilmiah tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, dengan tujuan mendorong siswa untuk berpikir kritis, meneliti, dan menulis karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hadid tampil luar biasa dengan karya tulis berjudul “Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga”. Dalam karyanya, ia mengusulkan model pengelolaan limbah organik menggunakan sistem biokonversi berbasis maggot yang efisien dan ramah lingkungan.

Dewan juri menilai karya Hadid memiliki nilai kebaruan, relevansi, serta dampak positif terhadap isu lingkungan perkotaan. “Inovasi yang ditawarkan menunjukkan pemahaman mendalam dan solusi nyata terhadap masalah sampah di kota besar seperti Medan,” ujar salah satu juri, Dr. Nurhayati, M.Si, saat memberikan komentar.

Tidak hanya unggul dalam aspek ide, Hadid juga mampu mempresentasikan penelitiannya dengan sangat percaya diri di hadapan juri. Ia menjelaskan setiap tahap penelitian secara sistematis dan menggunakan data yang akurat.

Hadid mengaku bahwa kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras, bimbingan guru, serta dukungan orang tua dan teman-teman sekolahnya. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih juara pertama di antara ratusan peserta lain. Ini motivasi besar untuk terus berkarya,” ujarnya dengan senyum bangga.

Acara penutupan LKTI Kota Medan 2025 berlangsung meriah di Gedung PKK Kota Medan pada Jumat (7/11/2025). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan turut hadir untuk menyerahkan langsung hadiah dan piagam penghargaan kepada para pemenang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. “Generasi muda seperti Hadid adalah contoh nyata pelajar yang berpikir maju. Mereka bukan hanya berprestasi untuk diri sendiri, tapi juga berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Hadiah yang diterima Hadid berupa tropi penghargaan, piagam, dan uang pembinaan, yang diserahkan secara simbolis di hadapan seluruh peserta dan guru pembimbing. Suasana haru dan bahagia mewarnai momen penyerahan penghargaan tersebut.

Kepala Sekolah SMA Shafiyyatul Amaliyyah, Ibu Rini Zulfah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih siswanya. “Hadid telah membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi tidak pernah mengkhianati hasil. Kami berharap prestasi ini bisa menginspirasi siswa lain untuk berani bermimpi dan berinovasi,” ungkapnya.

Guru pembimbing Hadid, Bapak M. Rizal, M.Pd, juga mengungkapkan bahwa proses persiapan lomba dilakukan selama lebih dari satu bulan. Mereka melakukan riset lapangan, pengumpulan data, hingga simulasi presentasi agar hasilnya maksimal.

“Hadid menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Ia tidak hanya menulis, tapi juga benar-benar turun ke lapangan melihat langsung proses pengelolaan sampah masyarakat,” tutur Rizal.

Prestasi ini menambah panjang daftar penghargaan yang telah diraih oleh SMA Shafiyyatul Amaliyyah di tingkat kota maupun provinsi. Sekolah ini dikenal aktif dalam mengembangkan bakat siswa melalui kegiatan riset, debat ilmiah, dan olimpiade sains.

Hadid berharap, karya ilmiahnya tidak hanya menjadi piala semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. “Saya ingin ide ini bisa diterapkan di lingkungan masyarakat, terutama di sekolah dan perumahan agar pengelolaan sampah lebih efisien,” ujarnya.

Pihak panitia LKTI Kota Medan menilai, tahun ini antusiasme peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Mereka menilai hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Medan semakin tertarik pada kegiatan ilmiah.

Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Medan berencana menjadikan karya pemenang sebagai contoh dalam program pembinaan riset tingkat SMA. Hal ini diharapkan bisa mencetak lebih banyak pelajar berprestasi seperti Hadid.

“Kompetisi seperti ini penting untuk menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan siswa. Kita ingin anak-anak Medan tumbuh menjadi pemikir yang solutif,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Medan, Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd.

Dengan keberhasilan ini, Hadid Luthfi Kahfi menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan menciptakan karya inovatif. Semangat dan dedikasinya menjadi bukti bahwa generasi muda Medan siap menjadi agen perubahan di masa depan.

Prestasi ini bukan hanya milik Hadid semata, melainkan juga milik seluruh pelajar Medan yang terus berjuang membawa nama baik dunia pendidikan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *