
DUNIAMEDAN.COM — Rencana renovasi Gedung Pusat Pasar Medan disambut antusias oleh para pedagang yang sudah lama mengeluhkan kondisi bangunan yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Setelah bertahun-tahun menghadapi genangan air, kebocoran atap, dan fasilitas yang usang, renovasi ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan wajah perdagangan tradisional di jantung Kota Medan.
Salah satu perwakilan pedagang, Ridho, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan pasar sudah lama menjadi perhatian serius para pedagang. Ia menuturkan, setiap kali hujan deras turun, air sering meluap hingga membanjiri area jualan mereka.
“Banyak kali bocor di lantai 3, apalagi lantai 1 sering kebanjiran. Kadang kami harus angkat dagangan supaya tidak basah,” ujar Ridho ketika ditemui di lokasi, Minggu (9/11/2025).
Menurut Ridho, kondisi drainase di sekitar Pusat Pasar Medan sudah tidak berfungsi dengan baik. Air yang seharusnya mengalir keluar justru tergenang dan membuat aktivitas jual beli terganggu.
“Kalau bisa, drainasenya diperbaiki total. Biar air bisa lancar dan enggak meluap lagi ke dalam pasar,” tambahnya.
Pusat Pasar Medan merupakan salah satu ikon ekonomi rakyat di kota ini. Sejak berdiri puluhan tahun lalu, pasar tersebut menjadi pusat perputaran ekonomi, terutama bagi pedagang kecil dan menengah. Namun, kondisi bangunan yang sudah tua membuat pasar ini kehilangan daya tariknya.
Menurut sejumlah pedagang, selain masalah banjir, fasilitas umum seperti toilet, tangga, dan instalasi listrik juga sudah tidak memadai. Bahkan beberapa area mengalami kerusakan berat akibat usia bangunan.
“Kami harap renovasinya nanti bukan cuma ganti cat atau perbaiki sedikit, tapi benar-benar dibangun ulang dengan sistem yang baik,” ujar Siti, pedagang pakaian di lantai dua.
Rencana renovasi besar ini dikabarkan akan dimulai pada awal tahun 2026, setelah proses perencanaan dan tender selesai dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan bersama pihak Kementerian Perdagangan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, perbaikan Pusat Pasar merupakan bagian dari program revitalisasi pasar tradisional yang masuk dalam agenda prioritas pembangunan kota.
“Kita ingin pasar ini kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman dan aman bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Rico, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, pasar tradisional tidak boleh kalah bersaing dengan pasar modern. Karena itu, renovasi Pusat Pasar akan dilakukan dengan desain modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.
“Konsepnya nanti semi-modern, dengan area yang tertata, drainase baik, dan pengelolaan sampah yang lebih efisien,” jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan RI disebut turut mendukung proyek ini dengan menyiapkan anggaran pendamping dari program revitalisasi nasional pasar rakyat.
“Kami sudah melakukan survei teknis bersama tim Kementerian, dan hasilnya memang pasar ini butuh perbaikan besar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Benny Iskandar Nasution.
Menurut Benny, tahap awal yang akan dilakukan adalah pembenahan saluran air, atap, serta sistem kelistrikan. Selain itu, setiap lantai akan dibuat lebih terang dan ramah lingkungan.
Rencananya, sebagian pedagang akan dipindahkan sementara ke lokasi penampungan agar renovasi bisa berjalan lancar tanpa menghentikan seluruh kegiatan ekonomi.
“Pedagang tidak perlu khawatir, pemerintah akan menyediakan tempat sementara selama proses pembangunan,” ujarnya.
Beberapa pedagang menyambut baik rencana tersebut, meski mengaku cemas jika proses renovasi berjalan terlalu lama. Mereka berharap pemerintah konsisten dan tidak menunda proyek tersebut.
“Kami dukung renovasi ini. Cuma jangan sampai kami lama-lama enggak bisa jualan, karena ini sumber penghasilan kami,” ucap pedagang buah bernama Dewi.
Selain persoalan fisik bangunan, para pedagang juga meminta adanya sistem pengelolaan pasar yang lebih transparan, termasuk soal biaya retribusi dan kebersihan.
“Kalau nanti sudah direnovasi, kami harap pengelolaannya juga diperbaiki. Jangan ada pungli lagi, dan kebersihan harus dijaga,” tambah Ridho.
Warga Medan juga menaruh harapan besar agar renovasi pasar dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan ekonomi dan wisata kota. Banyak yang berharap Pusat Pasar Medan bisa menjadi destinasi belanja rakyat yang bersih, rapi, dan nyaman.
Pemerintah Kota Medan menargetkan, renovasi akan selesai dalam waktu 12 bulan, dengan pengawasan langsung dari tim teknis daerah dan kementerian terkait.
Dengan dimulainya proyek renovasi ini, diharapkan Pusat Pasar Medan dapat kembali berjaya seperti masa-masa keemasannya dahulu, menjadi simbol ekonomi kerakyatan yang kuat di tengah arus modernisasi kota.
