Ketegangan Warnai Evakuasi Banjir di Langkat, Warga Protes Tim Basarnas soal Penanganan Korban Sakit

Ketegangan Warnai Evakuasi Banjir di Langkat, Warga Protes Tim Basarnas soal Penanganan Korban Sakit – NEWMEDAN.COM

DUNIAMEDAN.COM – Situasi menegangkan terjadi di Kabupaten Langkat ketika banjir besar melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan warga terlibat adu argumen dengan tim Basarnas yang sedang menjalankan proses evakuasi.

Dalam video tersebut, tampak seorang ibu-ibu meluapkan kekesalannya kepada petugas penyelamat. Ia menuding Basarnas bergerak terlalu lambat menangani seorang warga yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan cepat.

Peristiwa ini terjadi di tengah suasana banjir yang semakin meluas, membuat warga berada dalam kondisi panik dan penuh tekanan. Banyak dari mereka telah tinggal di lokasi banjir selama berhari-hari tanpa kejelasan kapan air surut.

Ibu yang memprotes tersebut menyampaikan keluhan dengan suara keras, sehingga menarik perhatian warga lain di sekitar lokasi. Ia menegaskan bahwa korban yang sakit harus segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, dalam rekaman terdengar upaya petugas untuk menenangkan situasi dan menjelaskan bahwa mereka harus mengikuti prosedur demi keselamatan seluruh warga. Namun, penjelasan tersebut tidak langsung meredakan ketegangan.

Menurut sejumlah warga, proses penyelamatan terasa lambat karena petugas harus memastikan kondisi aman sebelum mengevakuasi pasien. Hal ini dianggap warga sebagai hambatan, terutama bagi mereka yang sudah menunggu sejak malam sebelumnya.

Kondisi banjir yang cukup dalam membuat akses menuju rumah korban juga sulit dijangkau. Perahu karet yang dimiliki tim penyelamat harus bergantian dipakai untuk beberapa titik evakuasi.

Warga mengaku semakin frustrasi karena merasa situasi semakin darurat, sementara bantuan datang tidak secepat yang mereka harapkan. Hal inilah yang akhirnya memicu emosi warga, terutama keluarga korban.

Di lapangan, petugas Basarnas berusaha menenangkan warga sambil tetap menjalankan tugas sesuai standar operasional. Mereka memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan bantuan akan dievakuasi secara bertahap.

Setelah beberapa menit ketegangan, petugas akhirnya dapat meredakan situasi, dan proses evakuasi korban sakit dapat dilakukan. Warga membantu membuka akses agar perahu penyelamat bisa bergerak lebih cepat.

Korban yang sakit kemudian berhasil dibawa ke lokasi aman untuk selanjutnya dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Keberhasilan evakuasi ini sedikit meredakan suasana tegang di antara warga.

Peristiwa ini menjadi salah satu gambaran sulitnya proses evakuasi di tengah banjir besar yang melanda Langkat. Tingginya tekanan, kondisi lingkungan yang memburuk, serta jumlah warga terdampak yang banyak membuat koordinasi di lapangan tidak selalu berjalan mulus.

Selain itu, keterbatasan peralatan dan rute yang sulit dilalui turut memperlambat proses penyelamatan. Petugas harus mempertimbangkan keselamatan tim dan warga sebelum bergerak lebih jauh.

Banjir yang melanda Langkat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banyak rumah terendam hingga setinggi dada orang dewasa. Warga terpaksa bertahan di lantai dua atau mengungsi ke rumah kerabat.

Beberapa titik pengungsian juga sudah mulai dipenuhi warga, termasuk anak-anak dan lansia, yang membutuhkan perhatian khusus. Kondisi ini semakin menambah beban petugas di lapangan.

Pihak Basarnas menyampaikan bahwa mereka terus berupaya maksimal dalam menjalankan evakuasi meski menghadapi kendala cuaca dan medan yang sulit. Mereka meminta warga untuk tetap kooperatif agar proses penyelamatan berjalan lancar.

Hingga kini, banjir di Langkat belum menunjukkan tanda-tanda surut sepenuhnya. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat warga tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan.

Peristiwa protes ini turut menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan koordinasi antara warga dan petugas dalam situasi darurat. Emosi yang memuncak dapat memperlambat proses penyelamatan jika tidak segera dicairkan.

Meski sempat terjadi ketegangan, warga tetap berharap bantuan terus berdatangan dan kondisi segera pulih agar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *