Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras di Wilayah Bencana Sumatra Terjaga

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras di Wilayah Bencana Sumatra TerjagaDUNIAMEDAN.COM

DUNIAMEDAN.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan beras di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara berada dalam kondisi aman. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah tersebut disebut telah disiapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengamanan stok pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dampak bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatra.

“Yang terpenting adalah kita siapkan beras. Tiga kali lipat cadangan dari kebutuhan. Mana tahu tiba-tiba butuh,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Amran, langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh akses pangan yang memadai, terutama beras sebagai kebutuhan pokok utama.

Pemerintah juga melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memperkuat distribusi dan menambah pasokan beras ke wilayah-wilayah yang mengalami gangguan akibat bencana.

Berdasarkan data yang disampaikan, stok beras di Provinsi Aceh saat ini tercatat lebih dari 81 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang aman.

Sementara itu, stok beras di Sumatera Utara tercatat lebih dari 29 ribu ton. Pemerintah juga menyalurkan tambahan pasokan sekitar 30 ribu ton guna memperkuat cadangan di wilayah tersebut.

Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mencatat ketersediaan stok beras mencapai lebih dari 7 ribu ton. Jumlah ini dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil risiko terkait ketersediaan pangan, terutama di tengah situasi darurat akibat bencana hidrometeorologi.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga mengawasi jalur distribusi agar pasokan beras dapat sampai ke masyarakat secara merata dan tepat waktu.

Menurut Amran, kelancaran distribusi menjadi faktor kunci agar tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga di tingkat konsumen.

Bapanas bersama Perum Bulog terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi stok dan pergerakan beras di wilayah terdampak bencana.

Pemerintah daerah juga diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melaporkan kebutuhan riil di lapangan.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Amran menambahkan bahwa pemerintah siap menambah pasokan kembali jika sewaktu-waktu kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan.

Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan kebutuhan pangan pokok lainnya dalam kondisi aman.

Pemerintah menilai stabilitas pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Oleh karena itu, penguatan cadangan pangan dilakukan tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah strategis jangka menengah.

Amran menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi apa pun.

Ia juga mengapresiasi kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemerintah berharap dengan kesiapan stok yang memadai, masyarakat terdampak bencana dapat fokus pada proses pemulihan tanpa kekhawatiran akan kebutuhan pangan.

Dengan cadangan beras yang disiapkan hingga tiga kali lipat, pemerintah optimistis stabilitas pangan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dapat terus terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *