Rico Waas Canangkan Transformasi PUD Pembangunan, Empat Aset Utama Jadi Prioritas 2026–2030

Rico Waas Canangkan Transformasi PUD Pembangunan, Empat Aset Utama Jadi Prioritas 2026–2030DUNIAMEDAN.COM

MEDAN – Wali Kota Medan menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) agar lebih produktif dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Fokus utama pembenahan adalah optimalisasi empat aset strategis. Aset tersebut diproyeksikan menjadi motor kebangkitan perusahaan.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030. Kegiatan berlangsung di Balai Kota Medan pada Jumat, 20 Februari 2026. Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penajaman strategi bisnis BUMD. Pemerintah kota ingin memastikan arah kebijakan berjalan terukur dan realistis.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, serta pimpinan perangkat daerah dan jajaran direksi PUD Pembangunan juga mengikuti agenda tersebut. Kehadiran unsur pimpinan daerah menunjukkan keseriusan pemerintah. Pembenahan BUMD dinilai sebagai bagian penting dari reformasi tata kelola.

Rico Waas menekankan bahwa BUMD harus dikelola secara profesional dan akuntabel. Ia mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan aset dan keuangan perusahaan. Tanpa manajemen yang baik, potensi aset tidak akan berkembang optimal. Oleh karena itu, restrukturisasi dan penguatan manajemen menjadi prioritas.

Empat aset utama yang diprioritaskan akan dikelola secara lebih fokus dan terintegrasi. Optimalisasi aset dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik dan potensi bisnisnya. Pemerintah kota mendorong agar aset tidak lagi terbengkalai atau kurang produktif. Setiap aset harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi.

Direksi PUD Pembangunan memaparkan rencana kerja jangka menengah 2026–2030. Rencana tersebut mencakup strategi peningkatan pendapatan, efisiensi operasional, dan pengembangan usaha. Target kinerja ditetapkan secara bertahap dan terukur. Pemerintah kota meminta agar setiap program disertai indikator capaian yang jelas.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak ketiga. Kemitraan strategis dinilai dapat mempercepat pengembangan aset dan memperluas jaringan usaha. Namun, kerja sama harus tetap mengutamakan kepentingan daerah. Prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi syarat utama.

Dalam arahannya, Rico Waas mengingatkan bahwa BUMD bukan sekadar entitas bisnis. Perusahaan daerah memiliki tanggung jawab sosial dan peran pembangunan. Oleh karena itu, orientasi keuntungan harus sejalan dengan pelayanan publik. Keseimbangan antara profit dan manfaat sosial menjadi tujuan utama.

Evaluasi kinerja sebelumnya juga menjadi bagian pembahasan. Pemerintah kota ingin memastikan berbagai kendala yang terjadi tidak terulang. Pembelajaran dari pengalaman masa lalu menjadi dasar perbaikan. Sistem pengawasan internal akan diperkuat.

Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menambahkan bahwa pembenahan harus dilakukan secara konsisten. Ia menekankan pentingnya disiplin manajemen dan pengendalian risiko. Dukungan lintas perangkat daerah diperlukan untuk mempercepat transformasi. Sinergi internal menjadi faktor penentu keberhasilan.

Sekda Wiriya Alrahman turut mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Standar operasional harus diperbarui sesuai kebutuhan zaman. Digitalisasi administrasi dan keuangan juga menjadi perhatian. Modernisasi sistem diyakini akan meningkatkan efisiensi.

Pemerintah Kota Medan menargetkan PUD Pembangunan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Kinerja yang sehat akan berdampak positif pada pembangunan kota. Kepercayaan publik terhadap BUMD juga akan meningkat. Transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan tersebut.

Rencana kerja 2026–2030 dipandang sebagai fase penting kebangkitan perusahaan. Periode ini diharapkan menjadi titik balik menuju kinerja yang lebih kompetitif. Pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Setiap capaian akan ditinjau untuk memastikan target terpenuhi.

Transformasi PUD Pembangunan juga menjadi bagian dari visi besar pembangunan Kota Medan. Penguatan sektor ekonomi daerah membutuhkan dukungan BUMD yang sehat. Aset yang dikelola optimal akan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat. Peluang kerja dan aktivitas ekonomi dapat meningkat.

Dengan prioritas pada empat aset utama, Pemerintah Kota Medan optimistis PUD Pembangunan dapat bangkit dan berkembang. Langkah tegas pembenahan total menjadi sinyal perubahan arah yang lebih profesional. Komitmen pimpinan daerah menjadi energi baru bagi jajaran direksi. Transformasi ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *