Petugas Medan Tindak Tegas Jukir Tanpa Karcis, Pengawasan Parkir Diperketat

Petugas Medan Tindak Tegas Jukir Tanpa Karcis, Pengawasan Parkir Diperketat DUNIAMEDAN.COM

MEDAN – Kota Medan kembali menjadi sorotan publik terkait praktik parkir di sejumlah titik. Baru-baru ini, sebuah video viral memperlihatkan seorang juru parkir (jukir) di Jalan MT Haryoni, kawasan Olimpia Plaza, bertindak tidak sesuai prosedur. Jukir tersebut diduga tidak memberikan karcis parkir dan bersikap arogan kepada pengendara.

Menanggapi laporan masyarakat, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bergerak cepat untuk menindaklanjuti kasus ini. Penanganan dilakukan agar pelayanan parkir di kota tetap transparan, tertib, dan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Oknum jukir tersebut akhirnya diamankan dan dibawa ke kantor Dishub untuk mendapatkan pembinaan. Proses ini bertujuan mendidik agar jukir memahami pentingnya pelayanan profesional kepada masyarakat dan menegakkan aturan yang berlaku.

Setelah melalui pembinaan, jukir bersangkutan membuat pernyataan resmi untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Hal ini menjadi contoh bagi jukir lainnya agar selalu menjalankan tugas dengan baik dan memberikan karcis kepada setiap pengendara.

Dishub Kota Medan menegaskan bahwa pengawasan terhadap titik-titik parkir di seluruh kota akan terus ditingkatkan. Tim pengawas rutin melakukan monitoring untuk memastikan jukir mematuhi aturan dan tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.

Kepala Bidang Parkir Dishub Medan, dalam keterangannya, mengatakan bahwa pihaknya menekankan pentingnya etika pelayanan kepada jukir. Selain memberikan karcis, jukir diharapkan bersikap ramah, sopan, dan profesional saat berinteraksi dengan pengendara.

Kasus viral ini memicu perhatian masyarakat luas, karena tindakan jukir yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap sistem parkir resmi. Warga pun didorong untuk aktif melapor apabila menemukan praktik serupa.

Dishub juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri di lapangan. Laporan sebaiknya disampaikan melalui kanal resmi, seperti call center Dishub atau aplikasi pengaduan online yang tersedia.

Selain itu, Dishub akan mengevaluasi seluruh titik parkir yang rawan terjadi ketidaksesuaian. Tujuannya agar setiap lokasi memiliki jukir yang terlatih, memahami aturan parkir, dan mampu menertibkan kendaraan dengan tepat.

Beberapa pengendara yang ditemui di lokasi menyambut baik langkah cepat petugas. Mereka berharap tindakan tegas ini menjadi peringatan agar praktik serupa tidak terulang dan pelayanan parkir di Medan semakin profesional.

Petugas juga menegaskan bahwa setiap jukir yang melanggar SOP akan diberikan sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga pemecatan bila diperlukan. Hal ini untuk memastikan standar layanan parkir tetap terjaga.

Selain pengawasan rutin, Dishub berencana mengadakan sosialisasi bagi jukir di seluruh Kota Medan mengenai pentingnya etika pelayanan dan prosedur pemberian karcis. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan parkir ke depan.

Dishub juga akan memperkuat sistem monitoring berbasis digital, termasuk penggunaan CCTV di titik-titik parkir strategis, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara real-time dan transparan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, bahwa pelayanan publik, termasuk parkir, harus profesional, transparan, dan bebas dari praktik pungli. Kerja sama antara jukir dan masyarakat sangat dibutuhkan agar sistem berjalan baik.

Warga pun diimbau untuk selalu kritis dan proaktif dalam mengawasi jalannya pelayanan parkir. Laporan masyarakat akan menjadi salah satu indikator keberhasilan Dishub dalam menegakkan aturan dan menjaga kenyamanan pengguna jalan.

Dengan langkah cepat ini, Pemko Medan melalui Dishub berharap citra pelayanan parkir dapat meningkat, mengurangi praktik ilegal, dan menumbuhkan kepercayaan publik bahwa kota tetap aman, tertib, dan profesional dalam mengelola parkir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *