
WARTAWAN24.COM –Arus Sungai Deli kembali memakan korban bangunan. Sebuah rumah yang berdiri tak jauh dari bibir sungai hanyut terseret arus deras, Kamis (27/11), setelah debit air meningkat tajam akibat hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak dua hari terakhir.
Video detik-detik rumah tersebut hanyut viral di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat bangunan perlahan tergerus hingga akhirnya ambruk dan terseret arus berlumpur yang mengalir sangat kencang.
Peristiwa itu membuat warga sekitar panik dan berlarian menjauh karena khawatir rumah mereka mengalami nasib serupa. Beberapa warga hanya mampu menonton dari kejauhan, tak berdaya menyelamatkan bangunan yang telah runtuh.
Menurut keterangan warga, kenaikan debit air terjadi sangat cepat. Dalam kurang dari satu jam, air sungai meluap hingga ke pemukiman dan mulai mengikis pondasi rumah yang berada di tepian.
Warga mengaku sudah sering mengeluhkan kondisi Sungai Deli yang mudah meluap ketika hujan deras. Namun, peristiwa kali ini dianggap yang paling parah dalam beberapa bulan terakhir.
Petugas BPBD Kota Medan diturunkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mereka juga memasang garis pengaman agar warga tidak mendekati area longsoran.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang terdampak dan potensi kerusakan lanjutan di sekitar lokasi. Pemerintah juga berencana mengevakuasi warga yang tinggal terlalu dekat dengan aliran sungai.
Menurut laporan sementara, kondisi tanah di tepi Sungai Deli sudah tidak stabil sejak beberapa hari terakhir. Hujan deras mempercepat proses erosi dan memicu longsoran kecil.
Di sisi lain, warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi dan penguatan tanggul agar kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka merasa daerah aliran Sungai Deli semakin berbahaya saat musim hujan.
Beberapa ahli hidrologi menyebutkan bahwa peningkatan intensitas hujan dan penyempitan badan sungai menjadi faktor utama meluapnya Sungai Deli. Penumpukan sampah juga memperparah aliran.
Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa suara gemuruh terdengar sebelum rumah itu ambruk. Mereka sempat mencoba menyelamatkan barang-barang, namun arus terlalu cepat untuk dihadapi.
Pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di lokasi saat kejadian. Meski begitu, mereka mengalami kerugian besar karena seluruh isi rumah ikut terbawa arus.
Pemerintah Kota Medan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan berjanji memberikan bantuan darurat bagi pemilik rumah serta warga lain yang terdampak.
Selain itu, dinas terkait diminta mengevaluasi kembali bangunan-bangunan yang berdiri di bantaran sungai, terutama yang dianggap rawan runtuh saat debit air meningkat.
Beberapa warga setempat menilai bahwa kejadian ini adalah peringatan keras agar penataan bantaran sungai segera dilakukan. Mereka meminta pemerintah tidak menunda proyek normalisasi.
Di lapangan, relawan juga mulai berdatangan untuk membantu evakuasi warga. Mereka membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil dari rumah-rumah yang terancam.
Tim gabungan TNI dan Polri turut membantu pengamanan lokasi, memastikan tidak ada warga yang mendekati tepi sungai yang masih labil.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan deras yang bisa memicu banjir dan longsor di wilayah Medan dan sekitarnya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, warga diminta tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran sungai atau daerah rawan banjir.
Hingga kini, arus Sungai Deli masih terpantau deras. Pemerintah meminta warga yang daerahnya berpotensi terdampak segera mengungsi ke lokasi aman untuk menghindari risiko lanjutan.
Peristiwa rumah hanyut ini menjadi pengingat bahwa penanganan sungai perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
