
DUNIAMEDAN.COM — Dalam rangka memperkuat kemitraan antara aparat kepolisian dan masyarakat, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. mengadakan pertemuan hangat dengan Ketua Gabungan Ojek Daring Medan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir. Pertemuan ini berlangsung di Café Seruput Lae, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (13/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi ajang dialog terbuka antara pihak kepolisian dan para pengemudi ojek daring yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kota Medan. Calvijn menegaskan pentingnya membangun komunikasi dua arah agar keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga dengan baik.
Menurutnya, pengemudi ojek daring memiliki peran strategis karena mereka aktif bergerak di berbagai wilayah kota dan sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui kondisi lapangan. “Ojek daring adalah mata dan telinga masyarakat. Informasi dari mereka bisa sangat membantu kepolisian dalam menjaga keamanan kota,” ujar Calvijn.
Agam Zubir, selaku Ketua Godams, menyambut baik inisiatif dari Kapolrestabes Medan tersebut. Ia menyampaikan bahwa komunitas ojek daring siap menjadi mitra aktif kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Bapak Kapolrestabes. Ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat,” ujar Agam.
Dalam pertemuan itu, dibahas pula sejumlah isu penting seperti keselamatan di jalan, kasus pencurian motor, hingga ancaman tindak kriminal yang sering mengincar para pengemudi daring. Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat patroli di titik-titik rawan.
Selain itu, Polrestabes Medan berencana membentuk grup komunikasi cepat antara petugas kepolisian dan anggota komunitas ojek daring. Grup ini akan berfungsi sebagai saluran informasi darurat, termasuk laporan kejadian kriminal atau kecelakaan di lapangan.
“Kami ingin melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk ojek daring, untuk menjadi bagian dari sistem keamanan yang responsif. Bersama, kita bisa mempercepat respon terhadap setiap potensi gangguan,” jelas Calvijn.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Beberapa anggota Godams turut menyampaikan aspirasi terkait kondisi di lapangan, termasuk perlunya penerangan di beberapa ruas jalan yang rawan.
Calvijn menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti masukan tersebut dengan berkoordinasi bersama pemerintah kota dan instansi terkait. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti ini adalah kunci untuk membangun keamanan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Agam juga menyoroti pentingnya edukasi keselamatan berkendara bagi para pengemudi daring. Ia berharap kepolisian dapat berperan dalam memberikan pelatihan singkat terkait tata tertib lalu lintas dan etika berkendara.
Menanggapi hal itu, Kapolrestabes menyatakan kesiapan untuk mengadakan program pelatihan bersama. Program tersebut akan difokuskan pada peningkatan kesadaran hukum dan keselamatan pengemudi.
Tidak hanya membahas masalah keamanan, pertemuan tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antara kepolisian dan masyarakat. Calvijn mengajak seluruh pengemudi ojek daring untuk menjaga nama baik kota Medan sebagai kota yang tertib dan bersahabat.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga tentang kebersamaan membangun citra positif Medan di mata publik,” ucapnya.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kedua pihak untuk terus berkoordinasi. Baik kepolisian maupun komunitas ojek daring sepakat bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab bersama.
Dengan terjalinnya sinergi ini, diharapkan Medan menjadi kota yang semakin aman, tertib, dan harmonis di mana polisi dan masyarakat dapat berjalan beriringan menjaga kedamaian di setiap sudutnya.
