Kementerian PUPR Gerak Cepat Tangani Longsor Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Demi Keamanan Jelang Nataru

Kementerian PUPR Gerak Cepat Tangani Longsor Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Demi Keamanan Jelang NataruNEWMEDAN.COM

NEWMEDAN.COM – Longsor kembali terjadi di salah satu ruas penting di Sumatera Utara, yakni Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Peristiwa ini menyebabkan struktur jalan pada Injak Jembatan KM 41+600 B mengalami amblas dan tidak dapat digunakan sementara waktu.

Longsor dipicu oleh hujan berintensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Deli Serdang dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan ekstrem ini mengakibatkan debit air Sei Batu Gingging meningkat drastis.

Aliran air yang deras kemudian menggerus pondasi timbunan jalan hingga akhirnya merusak struktur yang berada di sisi jembatan tersebut. Kondisi ini membuat bagian badan jalan mengalami penurunan dan membahayakan pengendara.

Menanggapi kejadian ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan penanganan darurat secepat mungkin.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menutup sementara jalur yang terdampak demi mencegah potensi kecelakaan bagi pengguna jalan tol. Petugas juga langsung memasang rambu dan penghalang di lokasi.

Selain penutupan jalur, BUJT dan Kementerian PUPR melakukan pengamanan area sekitar untuk memastikan tidak ada aktivitas kendaraan yang mendekat ke titik longsor.

Pemeriksaan langsung terhadap struktur jembatan mulai dilakukan oleh tim teknis PUPR. Hal ini penting untuk memastikan apakah bagian jembatan lain turut terdampak akibat penggerusan material.

Petugas juga menata ulang aliran air di sekitar titik longsor agar tidak semakin merusak struktur jalan. Penataan aliran air dilakukan dengan membuat saluran sementara untuk mengarahkan debit ke titik aman.

Mobilisasi alat berat telah dilakukan sejak dini hari. Excavator dan alat pemadat mulai bekerja untuk menurunkan risiko longsor susulan.

Tim geoteknik turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi tanah dan kestabilan pondasi. Kajian geoteknik ini menjadi dasar untuk menentukan teknik perbaikan permanen yang paling aman.

Menurut Kementerian PUPR, penanganan permanen tidak boleh dilakukan tanpa perhitungan detil. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.

Selain itu, Kementerian PUPR menargetkan perbaikan dapat selesai sebelum puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Ruas tol ini menjadi jalur vital bagi masyarakat yang bepergian menuju Kualanamu maupun wilayah pantai timur Sumut.

PUPR juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama jalur diperbaiki. Pengalihan arus menuju jalur arteri menjadi opsi bagi kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.

Koordinasi dengan pemerintah daerah Deli Serdang pun dilakukan untuk memperkuat penanganan banjir dan mencegah kerusakan lanjutan akibat hujan ekstrem.

Pihak BUJT memastikan bahwa seluruh pekerja dan peralatan akan bekerja maksimal setiap hari agar perbaikan berjalan cepat tanpa mengorbankan standar keamanan.

Pengawasan terhadap kondisi cuaca juga dilakukan melalui peringatan dini dari BMKG. Hal ini untuk mengantisipasi perkembangan hujan yang dapat memperlambat proses perbaikan.

PUPR mengimbau masyarakat yang melintasi wilayah itu untuk tetap berhati-hati, mengikuti petunjuk petugas, dan memantau informasi terbaru mengenai status jembatan tersebut.

Hingga saat ini, jalan yang amblas masih dalam proses penilaian kerusakan menyeluruh sebelum pengerjaan perbaikan permanen dilakukan.

Kementerian PUPR menegaskan bahwa seluruh langkah dilakukan secara terukur dan terencana agar kerusakan tidak berdampak lebih besar pada infrastruktur tol.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem serta perlunya pemeriksaan rutin terhadap struktur jalan tol, terutama yang berada di dekat sungai besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *