Kericuhan di Udara: Penumpang Lion Air Buat Geger Usai Ucapkan Ancaman Bom

DUNIAMEDAN.COM – Penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-320 yang melayani rute Jakarta-Medan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, diwarnai insiden mengejutkan. Seorang penumpang pria membuat keonaran dengan melontarkan kata-kata kasar dan menyebut adanya bom di dalam pesawat. Peristiwa ini sontak memicu kepanikan di antara penumpang dan awak kabin.

Kericuhan terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.30 WIB. Menurut keterangan beberapa saksi mata di dalam pesawat, pria tersebut tampak gelisah dan mulai berteriak tanpa alasan yang jelas. Ketegangan memuncak ketika ia menyebut kata “bom” dengan suara keras.

Ucapan tersebut langsung memicu respons cepat dari awak kabin. Sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan, pilot memutuskan untuk kembali ke bandara keberangkatan (return to base/RTB) demi keamanan seluruh penumpang. Pramugari berusaha menenangkan situasi sambil meminta penumpang tetap duduk dan mengenakan sabuk pengaman.

Setibanya kembali di Bandara Soekarno-Hatta, pesawat langsung dikawal petugas keamanan dan aparat kepolisian. Penumpang pria tersebut segera diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi penumpang dilakukan dengan tertib, meskipun banyak yang masih terlihat panik.

Juru bicara Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam pernyataannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa maskapai selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan dalam setiap penerbangan. “Kami bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani insiden ini sesuai hukum yang berlaku,” ujar Danang.

Pihak kepolisian yang memeriksa penumpang pria tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan kini dalam proses penyelidikan. Belum diketahui pasti motif dari tindakannya, namun penyelidikan awal menyebut bahwa pelaku dalam kondisi tidak stabil secara emosional.

Meski tak ditemukan benda mencurigakan di dalam pesawat, otoritas bandara tetap menjalankan prosedur pemeriksaan menyeluruh. Semua bagasi dan kabin diperiksa kembali oleh tim penjinak bom dari kepolisian. Setelah dipastikan aman, pesawat baru diizinkan untuk kembali terbang pada sore hari dengan penumpang yang sama.

Beberapa penumpang mengungkapkan kekhawatiran dan trauma akibat insiden tersebut. “Tadi benar-benar menegangkan. Kami semua panik, terutama saat pria itu berteriak soal bom. Kami pikir ini akhir hidup kami,” kata Laila, salah satu penumpang.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak otoritas penerbangan. Kementerian Perhubungan menyatakan akan memperketat prosedur pemeriksaan dan pengawasan terhadap penumpang untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Undang-Undang Penerbangan Indonesia secara tegas menyatakan bahwa menyampaikan ancaman palsu tentang bom di dalam pesawat adalah tindakan kriminal yang bisa dihukum penjara hingga 8 tahun. Ancaman semacam ini dianggap membahayakan keselamatan penerbangan dan ketertiban umum.

Beberapa pakar penerbangan juga menyoroti pentingnya peningkatan edukasi publik terkait etika dan aturan dalam dunia penerbangan. Mereka menilai bahwa tindakan sembrono seperti ini tidak bisa ditoleransi, terlebih dalam situasi keamanan global yang terus mendapat perhatian.

Kejadian ini juga berdampak pada jadwal penerbangan Lion Air lainnya. Beberapa penerbangan mengalami penundaan karena keterlambatan rotasi pesawat dan proses pemeriksaan tambahan di bandara.

Banyak netizen di media sosial mengecam tindakan penumpang tersebut. Tagar #LionAir dan #AncamanBom sempat menjadi trending di beberapa platform digital. Warganet menuntut hukuman berat bagi pelaku agar menjadi efek jera.

Saat ini, pihak berwenang masih mendalami latar belakang pelaku. Ada dugaan bahwa ia memiliki riwayat gangguan psikologis. Namun, kepastian soal kondisi kejiwaannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan dalam transportasi udara. Satu ucapan sembrono dapat mengakibatkan kepanikan massal dan gangguan besar terhadap operasional penerbangan. Maskapai, otoritas bandara, dan masyarakat diharapkan dapat saling mendukung untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *