
DUNIAMEDAN.COM – Aktivitas masyarakat di kawasan pusat Kota Medan sedikit terganggu pada Kamis pagi, 2 Oktober 2025. Hal ini disebabkan adanya latihan TNI yang digelar di seputaran Lapangan Merdeka, Medan.
Kegiatan latihan tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi pun ditutup sementara demi kelancaran kegiatan dan keamanan para peserta latihan.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa personel TNI tampak berjaga di titik-titik strategis, terutama di akses menuju Lapangan Merdeka, Jalan Pulau Pinang, dan Jalan Balai Kota. Penutupan jalan dilakukan secara bertahap mengikuti pergerakan kegiatan latihan.
Pemerintah Kota Medan bersama aparat keamanan setempat menghimbau masyarakat untuk sementara menghindari kawasan Kesawan dan Lapangan Benteng. Kedua lokasi tersebut menjadi area lintasan utama menuju Lapangan Merdeka yang sedang digunakan untuk kegiatan militer.
Sejumlah kendaraan yang hendak melintas terpaksa diarahkan untuk memutar ke jalur alternatif, seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Kapten Maulana Lubis, dan Jalan Diponegoro.
Para pengendara yang tidak mengetahui adanya kegiatan ini sempat kebingungan karena terjadi antrean kendaraan di beberapa persimpangan menuju kawasan tersebut. Namun, petugas lalu lintas terlihat sigap membantu mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Latihan TNI ini merupakan bagian dari persiapan upacara dan kegiatan pertahanan daerah yang melibatkan berbagai satuan. Selain latihan fisik, kegiatan ini juga menampilkan simulasi pengamanan wilayah perkotaan.
Menurut informasi yang diperoleh, kegiatan ini sudah dijadwalkan jauh hari dan melibatkan koordinasi antara TNI, Pemerintah Kota Medan, dan kepolisian. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Seorang warga sekitar, Ahmad Rizal, mengatakan bahwa latihan seperti ini sudah beberapa kali dilakukan di kawasan Lapangan Merdeka. “Biasanya cuma sampai siang. Kami maklum, karena ini bagian dari tugas negara. Tapi memang sebaiknya masyarakat diberi tahu lebih awal,” ujarnya.
Pihak TNI melalui siaran singkat juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan keberadaan kendaraan tempur atau pergerakan pasukan di sekitar lokasi latihan. Semua kegiatan berlangsung dalam kendali dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas penting di sekitar kawasan tersebut, dihimbau untuk berangkat lebih awal atau memilih jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan.
Sementara itu, petugas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polrestabes Medan tampak disiagakan di beberapa titik untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengendara.
Sekitar pukul 12.30 WIB, latihan mulai berangsur selesai dan beberapa ruas jalan kembali dibuka. Aktivitas lalu lintas pun berangsur normal meski masih terlihat kepadatan ringan di beberapa titik.
Kegiatan latihan ini sekaligus menjadi ajang latihan disiplin bagi aparat dan pengingat bagi warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kota Medan berterima kasih atas kerja sama warga yang telah memahami kondisi ini. Diharapkan ke depan, koordinasi antara aparat dan masyarakat dapat terus terjalin baik demi terciptanya keamanan dan ketertiban di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.
