
DUNIAMEDAN.COM – Kasus kematian seorang wartawan di Kota Medan bernama Nico Saragih masih menyimpan banyak misteri. Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah Nico meninggal karena tindak pidana atau sebab lain yang alami.
Peristiwa ini terjadi pada 5 September 2025 lalu. Kabar duka meninggalnya Nico mengejutkan kalangan pers di Sumatera Utara, terlebih karena penyebab kematiannya masih menimbulkan tanda tanya besar.
Pada awalnya, keluarga Nico menolak autopsi saat jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan. Mereka memilih untuk langsung membawa almarhum ke kampung halamannya di Kabupaten Simalungun untuk dimakamkan.
Namun, suasana berubah setelah enam hari berselang. Pada 11 September 2025, pihak keluarga melapor ke Polsek Medan Baru karena mulai curiga ada kejanggalan dalam kematian Nico.
Rasa curiga itu membuat keluarga kemudian meminta autopsi dilakukan. Atas dasar laporan tersebut, polisi akhirnya membongkar makam Nico pada 19 September 2025 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan, membenarkan langkah tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses autopsi telah dilakukan oleh tim forensik di bawah koordinasi Polda Sumut.
Meski autopsi sudah selesai, hasilnya belum dapat diumumkan ke publik. Menurut Poltak, pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) membutuhkan waktu.
“Hasilnya belum keluar. Kemungkinan sebulan, tergantung Labfor,” ujar Poltak saat dimintai keterangan, Sabtu (27/9/2025).
Pernyataan tersebut semakin membuat publik bertanya-tanya mengenai penyebab kematian wartawan yang dikenal kritis itu. Tidak sedikit pihak yang mendesak agar polisi segera mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Rekan-rekan sesama jurnalis di Medan juga turut menyoroti kasus ini. Mereka menilai kejelasan penyebab kematian Nico sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
Selain itu, beberapa organisasi pers di Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap upaya aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini secara transparan. Mereka juga meminta agar hasil autopsi nantinya dipublikasikan secara jelas.
Di sisi lain, pihak keluarga berharap hasil autopsi dapat memberikan jawaban pasti atas misteri yang menyelimuti kepergian Nico. Mereka mengaku masih sulit menerima kenyataan tanpa mengetahui penyebab jelas kematiannya.
Kematian Nico Saragih kini bukan hanya menjadi duka keluarga, tetapi juga menjadi perhatian publik. Pasalnya, kasus ini menyangkut profesi wartawan yang selama ini berperan sebagai pilar demokrasi.
Polisi memastikan akan terus bekerja sesuai prosedur hukum yang berlaku. Semua pihak diimbau bersabar menunggu hasil resmi dari Labfor Polda Sumut sebelum menyimpulkan apa pun terkait kasus ini.
Masyarakat kini menanti jawaban pasti: apakah Nico Saragih meninggal karena faktor alami atau ada dugaan tindak pidana di balik kepergiannya. Hasil autopsi akan menjadi kunci untuk membuka misteri tersebut.
