Polisi Bekuk Komplotan Penipu Jalanan Bermodus Bantu Motor Rusak di Jalinsum dan Kualanamu

DUNIAMEDAN.COM – Polda Sumatera Utara akhirnya berhasil mengungkap aksi licik sekelompok bandit jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat. Komplotan tersebut beraksi di sejumlah titik di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan jalur menuju Bandara Internasional Kualanamu, dengan modus berpura-pura menolong pengendara motor yang disebut mengalami kerusakan.

Aksi para pelaku terbilang cerdik dan terencana. Mereka menggunakan pendekatan halus untuk menipu korban, seolah-olah sedang berbuat baik. Namun, di balik kepura-puraan itu, tersimpan niat jahat untuk mengambil barang berharga hingga merampas kendaraan korban.

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut yang dipimpin langsung oleh Kombes Ricko Taruna Mauruh berhasil meringkus tiga pelaku utama setelah melakukan penyelidikan mendalam terhadap laporan korban perampasan motor.

Ketiga pelaku tersebut yakni Joseph Fery Fernandos L Tobing (27), warga Dusun III, Jalan Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa; Malindo Firdaus Alrekasa Marbun (19), warga Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun; dan Muhammad Arief (43), warga Jalan Menteng, Medan Tenggara.

Menurut Kombes Ricko, penangkapan ini bermula dari laporan seorang korban bernama Indah M. Manalu, yang mengalami kejadian perampasan pada Sabtu (11/10/2025) di kawasan Jalan Medan–Tanjung Morawa KM 18,5, Kabupaten Deli Serdang.

“Modusnya mereka berpura-pura memberi tahu bahwa kendaraan korban rusak — misalnya oli bocor atau ban mau lepas. Saat korban berhenti untuk memeriksa motor, para pelaku ikut berhenti dan berpura-pura membantu,” ujar Ricko dalam keterangannya, Selasa (4/11/2025).

Namun, saat korban lengah, salah satu pelaku langsung mengambil alih motor atau tas korban, lalu kabur dengan cepat meninggalkan lokasi. Aksi ini telah mereka lakukan berkali-kali di berbagai titik strategis di jalur Medan menuju Bandara Kualanamu.

Polisi sempat kesulitan mengidentifikasi pelaku karena mereka berpindah-pindah lokasi dan menggunakan kendaraan berbeda dalam setiap aksinya. Meski begitu, berkat rekaman CCTV dan keterangan saksi, tim Jatanras akhirnya berhasil melacak keberadaan mereka.

Penangkapan berlangsung dramatis di dua lokasi berbeda. Dua pelaku ditangkap di Tanjung Morawa, sedangkan satu pelaku lainnya berhasil dibekuk di kawasan Medan Denai tanpa perlawanan berarti.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor, beberapa telepon genggam, serta alat-alat bengkel yang digunakan untuk meyakinkan korban seolah-olah mereka sedang memperbaiki kendaraan.

“Alat-alat itu seperti kunci pas, obeng, dan kain lap oli. Mereka gunakan untuk memperkuat peran bahwa mereka mekanik yang ingin menolong,” jelas Ricko.

Kepolisian juga mengungkap bahwa komplotan ini telah beraksi sejak pertengahan tahun 2024. Mereka menargetkan korban yang bepergian sendirian, terutama pengendara wanita atau pelajar yang tampak tidak waspada.

Salah satu pelaku, Joseph, mengaku sudah tiga kali berhasil merampas motor dengan modus yang sama. “Kami cuma pura-pura bantu, terus bawa kabur motornya pas dia enggak sadar,” katanya saat diinterogasi.

Kombes Ricko menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminalitas jalanan yang mengganggu keamanan publik, terutama di jalur strategis menuju bandara. “Kami akan terus patroli dan mengawasi titik-titik rawan kejahatan jalanan di Sumatera Utara,” tegasnya.

Sementara itu, korban Indah M. Manalu mengaku trauma atas kejadian tersebut. Ia berharap pelaku mendapat hukuman setimpal. “Saya pikir mereka mau nolong, ternyata malah dibawa kabur motor saya,” ujarnya lirih.

Kasus ini kini ditangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumut. Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Polisi juga masih memburu dua pelaku lain yang diduga bagian dari jaringan yang sama. Mereka berperan sebagai pengintai dan pengemudi cadangan yang siap membantu kabur setelah aksi dilakukan.

Kombes Ricko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di jalan, terutama jika ada orang tak dikenal yang memberi tahu tentang kerusakan kendaraan. “Kalau ada yang mendekati dan mencurigakan, segera cari tempat ramai atau pos polisi,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut baik langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Sejumlah warga Tanjung Morawa menyebut, sejak penangkapan itu dilakukan, kawasan tersebut terasa lebih aman.

Kini, ketiga pelaku mendekam di sel tahanan Polda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi berharap, penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan jalanan lain agar menghentikan aksinya sebelum berurusan dengan hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap orang asing di jalan, sekalipun tampak ingin menolong. Sebab, di balik sikap ramah dan pura-pura peduli, bisa saja tersimpan niat jahat yang mengintai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *