
DUNIAMEDAN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat adat Nusantara. Dalam sebuah acara silaturahmi dan temu kangen masyarakat Karo di Cibubur, Kota Depok, ia menerima penganugerahan marga kehormatan Sebayang.
Prosesi ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh adat, pemuka masyarakat, dan warga Karo dari berbagai daerah hadir untuk menyaksikan momen istimewa tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pramono Anung menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya. Ia mengakui momen tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, khususnya dalam mempererat hubungan dengan masyarakat Karo.
Menurutnya, penyematan marga kehormatan bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga simbol penerimaan, tanggung jawab, dan persaudaraan. Ia merasa bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar Sebayang.
“Ini sebuah kehormatan luar biasa bagi saya dan keluarga,” ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa suasana hangat masyarakat Karo membuatnya seolah berada di tengah keluarga sendiri.
Acara tersebut juga menampilkan berbagai pertunjukan budaya Karo seperti tari-tarian, musik tradisional, dan penyampaian petuah oleh tetua adat. Semua rangkaian kegiatan menambah kekhidmatan momen pengangkatan marga itu.
Pramono menilai masyarakat Karo memiliki kekayaan budaya yang layak dijaga dan dirawat bersama. Ia mengapresiasi keluwesan masyarakat Karo dalam menjalin hubungan dengan berbagai kalangan.
Penganugerahan marga Sebayang kepada tokoh nasional seperti Pramono menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Karo terhadap nilai persaudaraan lintas suku.
Tokoh-tokoh adat Karo dalam acara itu juga menyatakan bahwa pemberian marga kehormatan didasarkan pada kontribusi dan hubungan baik seseorang terhadap komunitas Karo.
Dalam sambutannya, Pramono berjanji akan menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengaku ingin terus membangun hubungan harmonis dengan semua suku yang ada di Indonesia.
Ia menilai keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa. Karena itu, pengangkatan dirinya sebagai bagian dari keluarga adat Karo memperkuat keyakinannya bahwa persatuan harus dirawat melalui kedekatan antarkelompok.
Pramono juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Karo terus menjaga tradisi leluhur, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, budaya harus terus dikenalkan agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.
Acara silaturahmi itu juga menjadi wadah bagi masyarakat Karo yang berdomisili di Jabodetabek untuk berkumpul dan memperkokoh hubungan sesama perantau.
Para hadirin tampak antusias menyambut kedatangan Gubernur DKI tersebut. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dan berfoto bersama.
Selain penyerahan marga, acara juga menjadi momentum mempererat komunikasi antara tokoh adat dan pemerintah daerah. Mereka berharap adanya kerja sama berkelanjutan dalam pelestarian budaya Nusantara.
Pramono menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk yang digagas oleh masyarakat Karo. Menurutnya, Jakarta sebagai kota multikultural harus menjadi tempat yang ramah bagi semua suku.
Prosesi pengangkatan marga ditutup dengan doa dan pemberian ulos sebagai simbol restu serta penghormatan. Pramono terlihat terharu menerima rangkaian prosesi adat tersebut.
Bagi masyarakat Karo, pengangkatan marga adalah simbol keterikatan emosional yang kuat. Mereka berharap Pramono dapat membawa semangat kebersamaan ini ke dalam kepemimpinannya.
Dengan resminya Pramono menyandang marga Sebayang, hubungan antara tokoh nasional ini dan masyarakat Karo diharapkan semakin erat. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa budaya tetap mampu menyatukan berbagai kalangan.
Acara ini sekaligus menegaskan bahwa keberagaman Indonesia bukan hanya dipertahankan lewat aturan, tetapi juga melalui hubungan hati ke hati antarwarganya.
