
Blangkejeren — Wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilanda banjir setelah debit air sungai meningkat hingga meluap ke area permukiman warga pada Kamis malam (23/7/2026). Banjir kali ini terjadi di Desa Cane Toa, Kecamatan Rikit Gaib, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menjelaskan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Genangan air yang terus meninggi akibat luapan sungai membuat sejumlah rumah warga di Desa Cane Toa ikut terendam.
Dari video yang beredar di tengah masyarakat, tampak sejumlah warga terlihat berjalan menerobos genangan air menuju lokasi yang lebih tinggi dan aman. Sementara itu, sebagian warga lain yang rumahnya berada di dataran lebih tinggi memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masing karena dinilai belum terlalu berisiko.
Akibat luapan air sungai tersebut, sejumlah warga terdampak dan terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut apabila ketinggian air terus bertambah. Petugas gabungan bersama pihak terkait di lapangan masih terus melakukan penanganan serta memantau perkembangan kondisi di lokasi kejadian.
Bahron Bakti memastikan bahwa dalam peristiwa banjir kali ini, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam jumlah besar akibat bencana tersebut.
Kabupaten Gayo Lues, khususnya kawasan di sekitar aliran sungai seperti di Kecamatan Rikit Gaib, Blangkejeren, dan Dabun Gelang, memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang cukup rawan mengalami banjir maupun banjir bandang saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Topografi wilayah yang berbukit serta banyaknya aliran sungai yang bermuara di kawasan permukiman membuat daerah ini kerap terdampak ketika curah hujan meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Gayo Lues memang beberapa kali dilanda peristiwa serupa akibat cuaca ekstrem, mulai dari luapan sungai yang menggenangi permukiman, tanah longsor yang sempat mengisolasi akses jalan antar-kecamatan, hingga angin puting beliung yang merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat setempat, terutama warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.
Menyusul kejadian ini, warga di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir di Kabupaten Gayo Lues diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama. Masyarakat juga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air sungai di sekitar tempat tinggal mereka mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan signifikan, guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
