Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 15 Siswa SD dan Kepala Sekolah di Bener Meriah Jalani Perawatan Medis

Dugaan keterkaitan antara gangguan kesehatan yang dialami para korban dengan menu makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Bener Meriah — Sebanyak 16 orang yang terdiri dari 15 siswa sekolah dasar (SD) dan seorang kepala sekolah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (2/9/2026), saat para siswa dan kepala sekolah mengonsumsi menu makanan yang disediakan melalui program MBG di lingkungan sekolah mereka.

Tidak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa dan kepala sekolah dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan, sehingga pihak sekolah maupun warga sekitar segera mengambil tindakan untuk membawa para korban mendapatkan pertolongan medis.

Para korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lampahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan setempat.

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diketahui publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga berada di fasilitas kesehatan sambil menunggu proses pemeriksaan terhadap para korban.

Video tersebut turut menunjukkan suasana di Puskesmas Lampahan yang tampak dipadati oleh warga, termasuk orang tua siswa yang turut mendampingi anak-anak mereka selama menjalani pemeriksaan kesehatan.

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami oleh 15 siswa SD dan kepala sekolah tersebut belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Dugaan keterkaitan antara gangguan kesehatan yang dialami para korban dengan menu makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terhadap kondisi kesehatan para korban maupun terhadap menu makanan yang telah dikonsumsi, guna mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Kejadian ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar ke depannya proses penyediaan dan pengawasan kualitas makanan bagi siswa dapat lebih diperketat demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *