
SUMUT – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan lima prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Lima prioritas tersebut disampaikan Bobby dalam sebuah forum koordinasi resmi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Penyampaian prioritas pembangunan tersebut dilakukan guna mendapatkan dukungan konkret dari pemerintah pusat terhadap berbagai rencana strategis yang telah disusun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mempercepat pembangunan di wilayah Sumatera Utara. Penyampaian tersebut sekaligus mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Lima prioritas yang disampaikan Bobby tersebut meliputi pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan yang diproyeksikan berstandar internasional guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, Bobby turut menyampaikan pentingnya keterpaduan pembangunan antarwilayah di Sumatera Utara agar berjalan secara lebih terintegrasi. Prioritas lainnya mencakup afirmasi pembangunan khusus bagi Kepulauan Nias yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Bobby juga menyoroti pentingnya pengembangan koridor ekonomi Belawan-Kualatanjung-Seimangkei sebagai salah satu kawasan strategis perekonomian daerah. Prioritas terakhir yang disampaikan ialah percepatan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara.
Penyampaian kelima prioritas pembangunan tersebut dilakukan Bobby Nasution saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Jakarta pada Kamis (8/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana formal dan membahas berbagai aspek perencanaan pembangunan daerah secara mendalam. Dalam kesempatan tersebut, Bobby turut memaparkan berbagai potensi besar yang dimiliki Sumatera Utara di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Pemaparan tersebut disertai harapan agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kewilayahan Sumatera Utara. Rencana pengembangan tersebut disebut telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Dalam pemaparannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat menuju jalur pelayaran internasional. Ia menyebutkan bahwa jumlah penduduk Sumatera Utara saat ini mencapai sekitar 15,8 juta jiwa, menjadikannya salah satu provinsi dengan populasi besar di Indonesia. Bobby turut memaparkan data terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara yang pada triwulan II tahun 2026 tercatat mencapai Rp341,05 triliun. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada periode tersebut tercatat sebesar 5,06 persen. Kontribusi ekonomi Sumatera Utara disebut mencapai sekitar 23 persen terhadap PDB Regional Sumatera, serta 5,21 persen terhadap PDB Nasional.
Dengan berbagai potensi besar yang dimiliki tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa arah pembangunan Sumatera Utara telah selaras dengan RPJMN 2025-2029 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa dalam RPJMN tersebut, Sumatera Utara ditetapkan sebagai wilayah strategis bagi pengembangan sektor bioindustri dan pariwisata global. Penetapan tersebut mencakup sejumlah kawasan strategis, di antaranya Metropolitan Medan serta Kawasan Industri Medan-Binjai-Deliserdang. Selain itu, kawasan Kualatanjung-Seimangkei dan Danau Toba turut menjadi bagian penting dari rencana strategis pengembangan wilayah tersebut. Penjelasan tersebut disampaikan Bobby guna menunjukkan keselarasan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional.
Bobby turut menjelaskan bahwa selain kawasan strategis utama, terdapat pula sejumlah pusat pertumbuhan lain yang menjadi perhatian dalam rencana pembangunan Sumatera Utara. Pusat pertumbuhan tersebut di antaranya mencakup kawasan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Selain itu, kawasan Rantauprapat turut menjadi salah satu pusat pertumbuhan yang disebutkan dalam pemaparan tersebut. Kabanjahe dan Gunungsitoli juga turut disebutkan sebagai bagian dari pusat pertumbuhan strategis di wilayah Sumatera Utara. Keberadaan berbagai pusat pertumbuhan tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Meski demikian, Bobby Nasution turut menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam upaya menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan tersebut secara terintegrasi. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama terletak pada upaya menyatukan berbagai potensi sumber daya daerah ke dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Potensi tersebut di antaranya mencakup komoditas sawit, karet, kelapa, produksi pangan, serta sektor energi yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, integrasi tersebut penting dilakukan guna memaksimalkan potensi ekonomi daerah secara menyeluruh. Tantangan tersebut disampaikan Bobby sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan yang telah dan akan dilakukan.
Bobby turut menegaskan bahwa upaya mengatasi tantangan tersebut sejalan dengan harapan agar Sumatera Utara dapat semakin diperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat. Ia menilai penguatan peran tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, khususnya melalui Bappenas, dalam hal perencanaan dan pendanaan pembangunan. Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution dengan didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran jajaran OPD tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pemaparan yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan jajaran OPD terkait dinilai penting dalam memastikan kelancaran koordinasi dengan pemerintah pusat.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut menyimak secara saksama seluruh pemaparan yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara dalam pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut menjadi ajang penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dukungan dari pemerintah pusat secara langsung. Melalui forum tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah dan pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Koordinasi tersebut turut diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai program pembangunan strategis di Sumatera Utara. Pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan berbagai masukan dan arahan dari pihak Bappenas terkait rencana pembangunan yang diajukan.
Lima prioritas pembangunan yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui dukungan nyata dari pemerintah pusat. Berbagai pihak berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan Bappenas dapat terus diperkuat guna mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis Sumatera Utara. Ke depan, pengembangan kawasan-kawasan strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Sumatera Utara. Dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan Sumatera Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Indonesia bagian barat. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh program pembangunan tersebut demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara secara menyeluruh.
