Wali Kota Medan Rico Waas: Integrasi Data Pencari Kerja dan Perusahaan Jadi Kunci Wujudkan 50.000 Lapangan Kerja

“Pemko Medan mendorong integrasi data pencari kerja dengan perusahaan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.”

KOTA MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pencapaian target penyediaan 50.000 lapangan kerja harus didukung oleh integrasi data pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Penegasan tersebut disampaikan Rico sebagai upaya memastikan target besar yang dicanangkan Pemerintah Kota Medan dapat terwujud secara nyata. Menurutnya, ketersediaan lapangan kerja saja tidak cukup apabila tidak diiringi dengan sistem pendataan yang akurat dan terhubung. Ia menilai data yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang tepat sasaran. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menekan angka pengangguran di Kota Medan.

Rico menjelaskan bahwa langkah integrasi data tersebut penting agar tenaga kerja dapat terserap sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan dunia usaha. Selama ini, ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan kerap menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran. Dengan data yang terpadu, pemerintah dapat mengetahui secara jelas posisi apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan siapa saja pencari kerja yang memenuhi kualifikasi. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penempatan tenaga kerja di berbagai sektor usaha. Rico berharap sistem tersebut mampu menjembatani kepentingan pencari kerja dan pelaku usaha secara lebih efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico saat membuka Seminar Hasil Kajian Strategis Penyediaan 50.000 Lapangan Kerja dan Kebutuhan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Medan Tahun 2026. Kegiatan itu digelar di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan pada Rabu (28/10/2026). Seminar tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat perangkat daerah, akademisi, serta perwakilan dunia usaha yang berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan. Forum itu menjadi wadah untuk memaparkan hasil kajian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Suasana seminar berlangsung serius dan penuh diskusi konstruktif sejak awal kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rico memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Kota Medan. Ia menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Medan mengalami penurunan dari 8,13 persen menjadi 7,99 persen pada 2025. Penurunan tersebut dinilai sebagai capaian positif yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Meski demikian, Rico mengingatkan bahwa angka tersebut masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Menurutnya, penurunan yang terjadi belum cukup signifikan untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja masyarakat.

Rico menegaskan bahwa meski terjadi penurunan angka pengangguran, pemerintah kota tetap memerlukan pemetaan yang lebih terperinci. Pemetaan tersebut mencakup jumlah pencari kerja yang sesungguhnya berada di Kota Medan. Selain itu, pemerintah juga perlu mengetahui keterampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja tersebut. Data mengenai keahlian tersebut dinilai penting agar program pelatihan yang disiapkan dapat menyasar kebutuhan yang tepat. Menurutnya, tanpa pemetaan yang jelas, upaya penyediaan lapangan kerja berpotensi tidak efektif.

Selain jumlah dan keterampilan pencari kerja, Rico juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Ia menilai setiap sektor usaha memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda, mulai dari perdagangan, jasa, industri, hingga ekonomi kreatif. Pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing sektor akan membantu pemerintah merancang program pelatihan yang relevan. Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan dapat langsung diserap oleh dunia usaha. Rico berharap kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus diperkuat dalam hal ini.

Seminar tersebut juga membahas kebutuhan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Medan sebagai sarana peningkatan kompetensi tenaga kerja. Keberadaan BLK dinilai memiliki peran strategis dalam membekali pencari kerja dengan keterampilan yang sesuai tuntutan industri. Rico menilai program pelatihan di BLK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja. Penyesuaian tersebut mencakup jenis pelatihan, fasilitas penunjang, hingga kualitas tenaga pengajar. Ia berharap hasil kajian seminar dapat menjadi rujukan dalam pengembangan BLK ke depan.

Lebih lanjut, Rico mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk bekerja secara terpadu dalam mencapai target 50.000 lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar program berjalan optimal. Rico meminta setiap pihak memberikan kontribusi sesuai peran dan kewenangannya masing-masing. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan mempercepat tercapainya target yang telah ditetapkan.

Para peserta seminar menyambut baik gagasan integrasi data yang disampaikan oleh Wali Kota Medan. Sejumlah akademisi dan pelaku usaha menilai langkah tersebut dapat menjawab persoalan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Mereka berharap sistem yang dibangun dapat dikelola secara transparan serta mudah diakses oleh pencari kerja dan perusahaan. Masukan dari berbagai pihak tersebut diharapkan memperkaya hasil kajian yang telah disusun. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya harapan terhadap program penyediaan lapangan kerja tersebut.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kota Medan berharap target 50.000 lapangan kerja dapat dicapai secara terukur dan berkelanjutan. Integrasi data pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem ketenagakerjaan yang lebih modern dan efisien. Ke depan, evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan semua pihak, angka pengangguran di Kota Medan diharapkan terus menurun dari waktu ke waktu. Pencapaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian Kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *