
DUNIAMEDAN.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dengan target renovasi sebanyak 400 unit di tahun 2025.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sumut, Hasmirizal Lubis, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar memberikan hunian layak bagi warga kurang mampu. Lebih jauh, program ini juga ditujukan untuk memperkecil kawasan kumuh yang masih tersebar di sejumlah daerah di Sumut.
“Kami lakukan bedah rumah untuk mengurangi kawasan kumuh di Sumut. Tahun ini targetnya 400 unit yang terdistribusi di 12 kabupaten/kota,” ujar Hasmirizal, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, pemilihan 12 kabupaten/kota tersebut dilakukan berdasarkan data lapangan yang menunjukkan masih banyaknya rumah warga yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan. Oleh karena itu, program ini diharapkan menjadi solusi untuk mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat.
Program bedah rumah ini didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui APBD Sumut, sekaligus melibatkan partisipasi dari pemerintah kabupaten/kota. Dengan demikian, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan target yang sudah ditetapkan.
Selain memperbaiki kondisi rumah, Hasmirizal menekankan bahwa program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa optimisme di tengah masyarakat. Dengan memiliki rumah layak huni, diharapkan masyarakat bisa lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Rumah layak huni itu bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat tumbuhnya generasi sehat dan berpendidikan. Itulah mengapa kami memprioritaskan program ini,” katanya.
Di beberapa daerah, masih ditemukan rumah dengan kondisi memprihatinkan, seperti dinding dari papan rapuh, atap bocor, hingga lantai tanah. Melalui program ini, rumah-rumah tersebut akan direnovasi agar memenuhi standar minimal kelayakan huni.
Selain memperbaiki fisik rumah, program bedah rumah juga berimplikasi pada peningkatan kualitas lingkungan. Dengan adanya rumah yang lebih layak, kawasan kumuh secara perlahan bisa ditekan, sehingga citra kota dan desa di Sumut akan lebih tertata.
Pemprov Sumut juga menekankan bahwa program ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan upaya berkelanjutan yang akan terus diperluas di tahun-tahun mendatang. Keberhasilan renovasi 400 unit tahun ini akan menjadi tolok ukur dalam menyusun target lebih besar di tahun berikutnya.
Masyarakat penerima manfaat menyambut baik program ini. Banyak warga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak kini merasa lebih tenang dan memiliki harapan baru setelah mendengar kabar akan mendapat bantuan renovasi.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah kepada rakyat kecil. Kami merasa diperhatikan dan optimis hidup akan lebih baik,” ungkap seorang warga penerima manfaat di Medan.
Tidak hanya memperbaiki rumah, pemerintah juga mendorong warga untuk menjaga dan merawat hunian mereka setelah direnovasi. Edukasi tentang pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan turut diberikan agar program bedah rumah bisa memberikan manfaat jangka panjang.
Hasmirizal menambahkan bahwa program ini sekaligus mendukung visi besar Pemprov Sumut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Dengan mengurangi kawasan kumuh, kualitas lingkungan meningkat, sehingga masyarakat bisa hidup lebih sehat dan sejahtera.
Melalui langkah ini, Pemprov Sumut berharap mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan Sumatera Utara yang lebih baik. Program bedah rumah diharapkan menjadi salah satu pondasi penting dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih layak dan bermartabat.
