
Gubernur Sumatera Utara– Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan percepatan pembangunan kawasan pertanian di Kabupaten Langkat mulai direalisasikan pada 2027. Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur irigasi, peningkatan produktivitas lahan, serta dukungan sarana pertanian. Langkah itu ditempuh guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan di Sumatera Utara. Kepastian tersebut disampaikan Bobby di hadapan para petani yang hadir dalam kegiatan panen raya. Pernyataan itu disambut baik oleh masyarakat yang selama ini menantikan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri kegiatan Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan itu berlangsung meriah dengan kehadiran petani, aparatur pemerintah, serta warga setempat. Hamparan sawah yang menguning menjadi latar suasana panen yang penuh rasa syukur. Panen raya tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan petani. Kehadiran gubernur di tengah petani dinilai menambah semangat masyarakat dalam menggarap lahan pertanian.
Selain gubernur, kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Surbakti. Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunadi, serta Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Utara, Mulyono. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga tampak mendampingi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan adanya dukungan lintas lembaga terhadap pengembangan sektor pertanian. Sinergi tersebut dinilai penting agar program yang direncanakan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bobby menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah merencanakan program percepatan pembangunan kawasan pertanian. Program tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan infrastruktur irigasi hingga dukungan sarana pertanian bagi petani. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh petani. Peningkatan produktivitas lahan menjadi salah satu fokus utama yang hendak dicapai. Upaya itu diharapkan mampu memperkuat posisi Sumatera Utara dalam menjaga ketersediaan pangan.
Bobby menyebutkan bahwa di Kecamatan Secanggang terdapat lahan persawahan seluas 967 hektare yang saat ini masih mengandalkan sistem tadah hujan. Dengan sistem tersebut, petani sangat bergantung pada curah hujan untuk mengairi sawah mereka. Ketergantungan itu membuat hasil panen tidak selalu stabil, terutama saat musim kemarau tiba. Kondisi tersebut menjadi alasan utama pemerintah provinsi memprioritaskan pembangunan jaringan irigasi di kawasan itu. Pembangunan irigasi dinilai sebagai solusi mendasar untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Pada kesempatan itu, Bobby menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Langkat dalam menjadikan Secanggang sebagai kawasan sawah unggulan. Ia menegaskan bahwa tahun depan, melalui dinas terkait, pemerintah provinsi akan membangun irigasi sepanjang 7,5 kilometer. Jaringan irigasi tersebut akan dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan warga di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dengan optimisme bahwa pembangunan akan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian daerah.
Menurut Bobby, pembangunan jaringan irigasi diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian. Selama ini, petani di kawasan tersebut hanya mampu panen dua kali dalam setahun karena keterbatasan pasokan air. Dengan adanya irigasi yang memadai, frekuensi panen diharapkan dapat meningkat menjadi tiga kali dalam setahun. Peningkatan tersebut tentu akan berdampak langsung pada bertambahnya hasil produksi dan pendapatan petani. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Selain irigasi, dukungan sarana pertanian juga menjadi bagian penting dari program percepatan pembangunan kawasan tersebut. Dukungan itu diharapkan dapat membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen mereka. Pemerintah provinsi bersama instansi terkait akan terus berkoordinasi agar program berjalan sesuai rencana. Peran lembaga seperti Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian dinilai penting dalam menghadirkan inovasi dan teknologi bagi petani. Dengan pendampingan yang tepat, petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih efisien dan produktif.
Para petani yang hadir dalam panen raya menyambut baik rencana pembangunan tersebut dan berharap realisasinya tidak mengalami hambatan. Mereka menilai ketersediaan air yang stabil akan sangat membantu keberlangsungan usaha tani. Harapan serupa juga disampaikan oleh berbagai pihak yang menginginkan Langkat menjadi lumbung pangan yang andal. Pemerintah provinsi berjanji akan mengawal pelaksanaan program tersebut hingga tuntas. Ke depan, pembangunan kawasan pertanian di Langkat diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Utara dalam mewujudkan swasembada pangan.
