Jembatan Baru di Atas Sungai Deli Beroperasi, Warga Gang Damai Hemat Ongkos Antar Jemput Anak Sekolah hingga Rp30 Ribu per Hari

Kemudahan akses ini dinilai penting mengingat aktivitas warga Gang Damai sehari-hari

Medan — Kegembiraan dirasakan warga Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, menyusul diresmikannya jembatan baru yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Kecamatan Medan Maimun di atas Sungai Deli, Senin (27/7/2026). Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang selama ini harus menanggung beban transportasi lebih besar akibat rusaknya jembatan lama.

Jembatan penghubung tersebut sebelumnya sempat lumpuh total setelah hancur diterjang banjir pada tahun 2024. Sejak saat itu, warga terpaksa memutar jauh melalui Jalan Brigjend Katamso setiap kali hendak bepergian ke Kecamatan Medan Maimun maupun sebaliknya, sebuah kondisi yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun dan cukup membebani aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.

Salah seorang warga Gang Damai, Juminah (65), saat dikonfirmasi pada Selasa (28/7/2026), mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan baru ini memberikan dampak nyata terhadap pengeluaran rumah tangganya, khususnya untuk keperluan transportasi anak sekolah. Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengeluarkan biaya hingga Rp30 ribu per hari untuk mengantar-jemput anaknya menggunakan becak mesin, karena rute yang harus ditempuh menjadi jauh lebih panjang akibat harus memutar melalui Jalan Katamso.

“Kalau enggak ada jembatan ini harus mutar dari Jalan Katamso, terpaksa naik becak mesin bayar 30 ribu… Makanya dengan dibangunnya jembatan ini kami senang sekali,” ungkap Juminah.

Dengan beroperasinya jembatan baru tersebut, jarak tempuh yang sebelumnya harus memutar jauh kini dapat dipangkas secara signifikan, sehingga biaya transportasi harian yang selama ini menjadi beban tambahan bagi keluarga-keluarga di Gang Damai dapat ditekan secara nyata.

Selain memberikan manfaat dari sisi penghematan biaya transportasi, kehadiran jembatan ini juga dinilai mempermudah mobilitas warga untuk berbagai keperluan sehari-hari. Warga lainnya, Iros (56), menyampaikan bahwa jembatan tersebut kini memudahkan akses masyarakat menuju pasar, tempat pengajian, hingga kawasan Johor yang sebelumnya harus ditempuh dengan jarak dan waktu lebih panjang.

Kemudahan akses ini dinilai penting mengingat aktivitas warga Gang Damai sehari-hari banyak bersinggungan dengan wilayah-wilayah tersebut, baik untuk kebutuhan berbelanja, kegiatan keagamaan, maupun urusan lain yang menghubungkan Kecamatan Medan Polonia dengan Kecamatan Medan Maimun dan sekitarnya.

Di balik rasa syukur atas beroperasinya jembatan baru ini, Iros turut mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondisi fisik jembatan agar tetap terawat dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Salah satu kekhawatiran yang disampaikan adalah potensi pencurian material besi pada struktur jembatan, yang jika tidak diantisipasi bersama dapat mengancam keawetan dan keselamatan penggunaan jembatan ke depannya.

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kesadaran kolektif bahwa infrastruktur yang telah dibangun dengan susah payah, dan sangat dinanti-nantikan warga selama hampir dua tahun terakhir, perlu dijaga bersama sebagai aset penting yang menopang kelancaran mobilitas dan roda perekonomian masyarakat di sekitar Sungai Deli.

Peresmian jembatan ini menandai berakhirnya masa keterbatasan akses yang cukup panjang bagi warga Gang Damai dan sekitarnya, sejak jembatan lama hancur diterjang banjir pada 2024. Dengan kondisi jembatan baru yang kini telah dapat digunakan, warga berharap aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan sekolah anak-anak, berbelanja ke pasar, hingga kegiatan keagamaan, dapat kembali berjalan lebih lancar dan efisien seperti sebelum terjadinya bencana banjir yang merusak jembatan lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *