Viral, Celetukan Lurah “Ciee, Curhat Dia Bahh” saat Warga Paya Pasir Keluhkan Minimnya Lampu Jalan ke Rico Waas

Di tengah penyampaian keluhan itu, suasana sempat mencair ketika Lurah Paya Pasir, Syerly, melontarkan celetukan santai, “Ciee, curhat dia bahh,”

Medan — Momen menarik terjadi saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan ke Jalan Paya Pasir, kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan. Di tengah kunjungan tersebut, seorang warga menyampaikan keluhan mengenai minimnya lampu penerangan jalan di kawasan tersebut, yang menurutnya membuat lokasi itu rawan aksi begal.

Dalam video yang beredar, warga tersebut mengaku sampai harus mengeluarkan uang pribadinya untuk memasang empat unit lampu penerangan secara swadaya, lantaran fasilitas penerangan jalan dari pemerintah dinilai masih sangat minim di kawasan Paya Pasir. Keluhan ini mencerminkan kekhawatiran warga akan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan gelap dan rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan jalanan.

Di tengah penyampaian keluhan itu, suasana sempat mencair ketika Lurah Paya Pasir, Syerly, melontarkan celetukan santai, “Ciee, curhat dia bahh,” sebagaimana terekam dalam video yang kemudian ramai dibagikan warganet di media sosial. Celetukan ringan tersebut menjadi bagian yang paling banyak disorot dari momen kunjungan tersebut, di tengah keseriusan aspirasi yang tengah disampaikan warga kepada Wali Kota.

Kunjungan Rico Waas ke Jalan Paya Pasir ini merupakan bagian dari program rutin “Sapa Warga” yang kerap digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan pada akhir pekan, sebagai sarana silaturahmi sekaligus wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi secara langsung kepada Wali Kota. Dalam berbagai kesempatan serupa di berbagai kecamatan lain, keluhan mengenai lampu penerangan jalan yang mati maupun minim memang kerap menjadi salah satu aduan yang paling sering disampaikan warga kepada Rico Waas.

Keluhan warga Paya Pasir ini sejalan dengan program “Zero Lampu Padam” yang telah lebih dulu digalakkan Pemko Medan untuk mengantisipasi maraknya aksi begal di berbagai titik di Kota Medan. Rico Waas sebelumnya telah meminta Dinas Perhubungan Kota Medan memastikan tidak ada lagi lampu penerangan jalan yang padam, termasuk lampu-lampu yang berada di taman-taman kota, sebagai salah satu langkah pencegahan kejahatan jalanan di malam hari.

Dengan adanya program tersebut, keluhan warga Paya Pasir soal minimnya penerangan jalan di kawasan Danau Siombak diperkirakan akan menjadi salah satu titik yang turut ditindaklanjuti Dinas Perhubungan Kota Medan, mengingat kawasan itu disebut rawan aksi begal oleh warga setempat.

Momen semacam ini bukan pertama kalinya terjadi dalam rangkaian kunjungan atau blusukan Rico Waas ke tengah masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Medan kerap dihampiri warga secara spontan untuk menyampaikan berbagai keluhan seputar infrastruktur, mulai dari jalan rusak, saluran parit, hingga lampu penerangan yang mati, yang kemudian direspons langsung oleh Rico Waas bersama jajaran kepala dinas, camat, dan lurah yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut.

Interaksi santai antara pejabat pemerintah dan warga seperti celetukan Lurah Syerly ini turut mencerminkan suasana kekeluargaan dalam program Sapa Warga, yang oleh Pemko Medan dijadikan salah satu pendekatan untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan, sekaligus mendekatkan jarak antara pemerintah kota dan warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *